Tampilkan postingan dengan label Taufik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taufik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2019

Taufik Akui Beri 80 Amplop Isi Rp500 Ribu: Masa Polisi yang Nangkap - JPNN.com



Taufik Akui Beri 80 Amplop Isi Rp500 Ribu: Masa Polisi yang Nangkap - JPNN.COM

M Taufik. Foto: dok jpnn




jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik mengakui 80 amplop masing-masing berisi Rp 500 ribu yang diamankan dalam penangkapan salah satu anak buahnya adalah benar dari dirinya.

Akan tetapi, anak buah Prabowo Subianto itu membantah bahwa apa yang dia lakukan itu melanggar Undang-undang.


Penangkapan dilakukan terhadap koordinator saksi tingkat RW yang menjadi bagian dari tim suksesnya atas dugaan politik uang.

“Saat itu juga, selesai saya memberikan penjelasan, saya telepon Bawaslu tingkat Jakarta Utara,” ujar Taufik kepada wartawan di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2019).

BACA: Bawaslu Usut Kasus Amplop Anak Buah Taufik Gerindra

Dalam komunikasi tersebut, ia diberitahu bahwa apa yang dia lakukan itu dimaknai sebagai ongkos politik.

“Jawabannya, ‘enggak apa-apa bang itu namanya ongkos politik, enggak dilarang oleh undang-undang’,” lanjut Taufik mengutip penjelasan pihak Bawaslu Jakut.

Dengan dasar inilah menurut dia, tidak sepatutnya koordinator saksi pencalegannya ditangkap.






Read More

Timses M Taufik Diamankan Polisi, Ini Kata Ketua RW Warakas Jakut - detikNews







Jakarta

-
Ketua RW 03, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Nani Sunengsih, tak melihat langsung saat polisi mengamankan staf Wakil Ketua DPRD DKI

M Taufik

. Nani juga mengaku tak tahu-menahu soal urusan pencalegan

M Taufik

yang diklaim melibatkan RW dalam mengkoordinasi saksi.

"Kalau saya tidak lihat, saya hanya dapat kabar dari warga. Katanya tim Tiger, saya nggak ngerti apa sih itu tim Tiger," kata Nani saat ditemui, Selasa (16/4/2019).

Polisi datang ke Warakas sekitar pukul 17.30 WIB, Senin (15/4). Nani menyebut satu orang yang diamankan polisi bukan warga sekitar, melainkan bagian dari Mohamad Taufik Center.

"Ya tahunya itu orang Pak Taufik, saya juga takut, saya bilang entar saya dibawa-bawa lagi. Saya lihat ke sana tapi sudah bubar," sambung Nani.

Nani tak tahu-menahu informasi lain, termasuk soal diamankannya amplop, selain pengamanan polisi.

[Gambas:Video 20detik]

"Saya nggak tahu info apa-apa lagi, nanti saya kebawa. Namanya juga RW kan harus netral sama partai apa pun kan harus netral," ujar Nani.

Sementara itu, M Taufik menjelaskan orang yang diamankan polisi dalam operasi tangkap tangan (OTT) di depan posko pemenangannya di Jakarta Utara adalah pria bernama Carles Lubis. Sedangkan amplop berisi uang Rp 300-500 ribu ditujukan untuk koordinator saksi.

"Satu RW koordinator satu orang, tergantung di situ ada berapa TPS. Saksi Rp 300 ribu, kalau koordinator Rp 500 ribu," kata M Taufik secara terpisah.

Dia heran mengapa dirinya dipermasalahkan karena membagikan uang saksi kepada para saksinya. "Terus yang jadi salah apa? Kita memberikan tim kita salah apa?" katanya.

5 Surat Suara di Pemilu 2019, Yuk Kenali Warna dan Cirinya:

[Gambas:Video 20detik]




(fdn/tor)



















Read More